Uncategorized

5 Cara Hasilkan Foto Produk Maksimal

Sebuah foto produk setidaknya harus memberikan kesan pertama, menunjukkan sesuatu yang menarik minat orang yang melihatnya. Product photography menuntut sang fotografer untuk lebih jeli dan mengembangkan perspektifnya, tidak hanya itu sebuah produk harus dapat ditampilkan secara komersil atau memiliki nilai jual. Tentunya semua hal itu mengharuskan fotografer untuk menciptakan komposisi yang baik. Sisanya adalah bagaimana seorang fotografer mengembangkan kreativitasnya terhadap foto tersebut, seperti perspektif angle, penggunaan lighting, teknik dan sebagainya. Namun demikian, ada beberapa prinsip yang menjadi dasar dalam pengambilan foto sebuah produk.Tema, elemen dan properti menjadi komponen yang harus diperhatikan jika menginginkan foto produk yang baik.

1. Ciptakan Tema dalam Frame

Tema memberikan banyak intensi pada orang yang melihatnya. Tema dalam frame dapat membantu menciptakan ruang ilusi dan memberikan sugesti pada orang yang melihatnya. Tema memberikan kesan cerita. Tema yang sesuai dapat memberikan ilusi pada foto. Ciptakan kesan foto sesuai dengan konsep produk. Produk dengan jenis barang antik bisa menggunakan tema vintage, old atau black and white. Ciptakan kesan jadul atau klasik tapi elegan, ini juga menjadi salah satu cara memikat Sedangkan untuk barang yang komersil.

2. Berikan sentuhan Elemen atau Texture

Texture atau elemen dari latar produk juga penting. Texture menjadi detail yang dibutuhkan dalam sebuah product photography. Tekstur memberikan tampilan foto lebih kaya, menuntun orang yang melihatnya masuk kedalam dimensi foto. Dalam menciptakan tema pada foto tentunya dibutuhkan texture maupun props yang dapat membantu foto agar memberikan cerita tersendiri. Berikan detail tekstur dengan jelas dan semenarik mungkin. Gunakan bukaan lensa besar untuk hasil yang maksimal. Texture atau bahan latar bisa menggunakan elemen apapun yang cocok dengan tema, beberapa contohnya bisa dari bahan padat, tekstil maupun serbuk. 

Tema vintage dapat memilih material seperti kayu, seng, besi atau material apapun yang sesuai, baik dari bahan atau warnanya. Tema nature atau alami dapat menggunakan tekstur material kayu, batuan alami, daun, atau benda alam lainya seperti tanah, air, pasir pantai. Tema glamour khususnya untuk produk perhiasan dapat menggunakan tekstur dengan material kaca atau material yang dapat memantulkan cahaya dan memberikan kesan kemewahan. 

Sedangkan tema abstrak dapat menggunakan material apapun yang dekat hubungannya dengan produk. Tema abstrak memiliki cakupan sangat luas, sehingga material apapun dapat digunakan. Contohnya pada produk parfum materialnya dapat menggunakan papan kayu atau elemen kayu dengan tema abstrak. Papan kayu dan serbuk biasanya digunakan sebagai material tambahan yang memberikan kesan abstrak pada objek.

3. Gunakan Props atau Properti Tambahan

Props atau bisa disebut properti merupakan alat tambahan dalam frame yang mendukung objek lebih hidup atau memberikan nilai lebih.  Props bisa berupa barang padat atau cair sekalipun. Props yang digunakan dalam frame harus sesuai dengan objek. Dalam hal ini, properti yang dipilih harus memiliki hubungan yang dekat dengan produk ataupun dengan jenis yang sama. Props juga bisa menggunakan barang yang sesuai atau sama jenisnya ataupun tidak sama sekali. Misalnya, produk lipstik dengan produk kosmetik lainya.  

Selain itu, produk kosmetik bisa mengunakan detail properti jam yang meberikan kesan kemewahan dan barang penting, meskipun tergolong berbeda jenis. Props dapat menciptakan fokus objek lebih hidup. Semakin dekat hubungan dan semakin cocok props dengan objek atau konsep produk semakin memberikan nilai yang lebih.

4. Perhatikan Komposisi Tema, Elemen dan Properti

Setelah menggunakan tema, elemen dan properti diatas, jangan lupa untuk selalu memperhatikan komposisi yang baik. Dari segi pengambilan gambar sampai pemilihan properti dan tema yang sesuai. Atur tema yang sesuai dengan konsep produk, pilih tema yang menarik. Sedangkan untuk texture, berikan sentuhan texture dengan rasio 1:3, atur komposisi texture, jangan terlalu banyak menempatkan jenis elemen. 

Akan lebih baik jika memasukan satu atau dua elemen tekstur. Selanjutnya, pilihlah props atau properti tambahan yang dekat hubungannya dengan produk, props yang ditampilkan harus mendukung produk lebih hidup. Atur rasio props agar tidak terlalu mendominasi atau membuat titik fokus terpecah.

5. Lakukan Editing

Setelah melakukan proses pengambilan gambar, lakukan tahap akhir yaitu Editing. Editing sudah sangat lazim dan wajib dilakukan untuk memaksimalkan hasil gambar terlebih untuk kebutuhan marketing dan publikasi online. Proses editing bisa dilakukan di berbagai software editing proffesional atau aplikasi yang bisa kalian unduh di smart phone kalian. Selamat mencoba!

 
 

 

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *